Apakah Suntikan Bius Membatalkan Puasa?

579


Apakah suntikan obat bius membatalkan puasa?

Alhamdulillah

Suntikan obat bius lokal tidak membatalkan puasa, karena ia bukan makan dan minum juga tidak semakna dengan keduanya. Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah ditanya, “Terkait dengan obat bius yang diletakkan di gigi waktu siang Ramadan, apakah saya diwajibkan mengqadha hari itu jika saya memakai obat bius?”

Maka beliau menjawab, “Tidak, Karena obat bius tidak membatalkan. Obat bius lokal berdampak pada anggota tubuh yang disuntik akan tetapi tidak sampai ke lambung. Siapa yang memakai obat bius dalam saat berpuasa sunah atau wajib, maka puasanya sah.” (Fatawa Nurun ‘Alad Darbi. Silahkan lihat Fatawa Syekh Ibnu Baz, 15/259).

Akan tetapi kalau obat bius total dan menjadikan hilang kesadaran seharian penuh, maka dia harus mengqadha. Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan, “Kapan saja dia hilang kesadaran seluruh waktu siang, tidak tersadar sedikitpun juga. Maka puasanya tidak sah. Menurut pendapat imam kami dan Syafi’i.”

Kemudian beliau mengatakan, “Kapan saja orang yang hilang kesadarannya siuman sebagian dari waktu siang, maka puasanya sah. Baik dipermulaan atau di akhirnya.” (Al-Mughni, 3/12).

Dari sini, maka kalau orang puasa memakai suntikan bius saat berpuasa, maka puasanya sah dan tidak membatalkan puasanya. Tapi kalau dia memakai sebelum fajar lalu terus tertidur karena dampak bius sampai matahari terbenam, maka puasa hari itu tidak sah.

Teks Arabic : 

هل إبرة البنج مفطرة للصوم ؟

الحمد لله
إبرة البنج الموضعي لا تفطر الصائم ، لأنها ليست أكلا ولا شربا ولا في معناهما .
سئل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله : بالنسبة للبنج الذي يوضع في السن في نهار رمضان هل علي قضاء ذلك اليوم إذا أخذت هذا البنج؟
فأجاب : “لا ، لأن البنج لا يفطر . البنج موضعي يؤثر على الموضع بالخدورة ولكنه لا يصل إلى المعدة فمن بُنِّجَ وهو صائم نفل أو فرض فصيامه صحيح ” انتهى من “فتاوى نور على الدرب”.
وينظر : “فتاوى الشيخ ابن باز” (15/259).
لكن إذا كان البنج كاملا وأدى إلى غياب الوعي طوال اليوم ، لزم القضاء .
قال ابن قدامة رحمه الله : ” متى أغمي عليه جميع النهار , فلم يفق في شيء منه , لم يصح صومه , في قول إمامنا والشافعي “.
ثم قال : ” متى أفاق المغمى عليه في جزء من النهار , صح صومه , سواء كان في أوله أو آخره ” انتهى من “المغني” (3/12).
وعلى هذا ، إذا اخذ الصائم إبرة البنج أثناء الصيام ، فصيامه صحيح ، ولا يبطل صومه بذلك، وإذا أخذها قبل الفجر ، وظل نائما تحت تأثير البنج حتى غربت الشمس ، فلا يصح صومه ذلك اليوم

Oleh : Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid (Dewan Pembina IslamQA)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY