Innalillahi Wainna Ilaihi Raji’un, Ustadz Abu Saad Muhammad Nur Huda Meninggal Dunia

11399


إنّا لِلّهِ وَاِنّا إلَيْهِ رَاجِعُوْن

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَه وَارْحَمْه وَعَافِه وَاعْفُ عَنْه ، وَأَكْرِمْ نُزُلَه ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَه ، وَاغْسِلْه بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

بسم الرحمن الرحيم

Telah meninggal dunia al-ustadz al-mujahid al-walid Abu Sa’ad Muh Nurhuda -Rahimahullah-, berat rasanya menyampaikan hal ini, namun tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali hanya mendo’akan beliau dan meneruskan perjuangan beliau. Beliau meninggal di Pekanbaru.

Hari Senin tanggal 12 Dzulqa’dah 1437 H / 15 Agustus 2016 … di Pekanbaru ketika akan mengisi kajian.

Mashaallah kita tidak ketaui usia kita ..beliau relawan Indonesia yang menyalurkan bantuan ke Palestina dan Suriah dan koordinator penyaluran dana radio dan tv rodja….

Jejak Perjalanan Ustadz Abu Sa’ad Mengirimkan Bantuan untuk Kaum Muslimin Suriah bersama “Peduli Muslim” Berhasil Menembus Suriah, dengan Sambutan Ledakan Mortar & Tembakan Sniper

Kemarin sore, merupakan kontak terakhir saya dengan Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda, M.A hafizhahullah sebelum beliau memulai perjalanan menuju Suriah. Saat itu, beliau masih berada di Istambul, Turki untuk melakukan persiapan keberangkatan. Rencana awal, beliau akan berangkat bersama-sama dengan rekan dari Yaman, tetapiqadarullah rekan dari Yaman tersebut terdapat permasalahan dalam hal paspor sehingga tidak bisa ke Istambul.

Selain itu, terdapat berita duka pula bahwa salah seorang shahabat dari kota Aleppo, yang sudah siap membantu Peduli Muslim dalam menyalurkan bantuan, tertembak kepalanya ketika hendak membantu menarik rekannya yang duluan tertembak dan meninggal seketika. Di Aleppo, tidak hanya dipenuhi tentara Bashar, tetapi juga banyak pula tentaraHizbullahdari Libanon. Hizbullah membantu Bashar Al-Assad karena mereka sama-sama beraliranSyi’ah. Info terakhir yang saya peroleh, rekan kita yang tertembak tersebut masih hidup, namun kondisinya kritis. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, dan menjadikannya di antara mujahid di jalan Allah.

Dengan kondisi demikian, tugas Ustadz Abu Sa’ad menjadi sangatlah berat. Beliau juga membawa amanah dari pendengar Radio Rodja dengan jumlah yang cukup besar. Dengan seorang diri, beliau harus:

  • Menghubungi orang-orang yang siap membantu beliau
  • Menyiapkan bahan-bahan bantuan,
  • Mendistribusikan bahan-bahan bantuan tersebut,
  • Pendokumentasian kegiatan, sebagai laporan kepada kaum muslimin (khususnya pendengar Radio Rodja dan donatur Peduli Muslim)

Semua hal di atas harus beliau lakukan di tengah situasi keamanan yang sangat tidak kondusif. Namun, alhamdulillah kami mendengar kabar gembira di hari berikutnya…

Hari berikutnya ….

Ustadz Abu Sa’ad berangkat dari Istambul pada pukul 03.00 dini hari berikutnya menuju bandara Sabiha (perjalanan tempuh +/- 45 menit). Setelah itu, dilanjutan perjalanan udara sekitar 1,5 jam menuju kota Hatay, dekat perbatasan Turki – Suriah. Setelah itu, dilanjutkan menuju Kamp Pengungsian Al-Karamah di kota Atema – Suriah, dan membagikan logistik di kamp tersebut.

Foto: Kamp Pengungsian Al-Karamah, Kota Atema - Suriah

Foto: Kamp Pengungsian Al-Karamah, Kota Atema – Suriah

Setelah pembagian logistik di Atema usai, dilanjutkan perjalanan menuju kota Aleppo. Begitu sampai di Aleppo, Tim Peduli Muslim langsung disambut dengan ledakan mortar dan tembakan-tembakan sniper tentara rezim Syiah Bashar Al-Assad. Bahkan, mobil yang ada di depan tempat pemberhentian tim pun tidak luput dari tembakan mereka.Wallahu Musta’an

Kami memohon kepada Allah ta’ala agar menjaga dan melindungi guru kami, Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda, M.A, dan menjadikan tugas beliau di Suriah ini sebagai amalan yang ikhlas karena-Nya.

—–

Wahai kaum muslimin….

Tidak tahukah Anda? Seorang remaja putri di Suriah sampai mengatakan,

إن كنتم عجزتم عن نصرتنا فأرسلوا لنا حبوب منع الحمل فقد عاثوا فينا فسادا
” Jika kalian tidak mampu menolong kami, kirimkan kepada kami pil anti hamil karena mereka (rezim Syi’ah) telah berbuat kerusakan pada diri kami…!”

Allahu musta’an…

DI MANAKAH KEPEDULIAN KAUM MUSLIMIN DI SAAT ANAK-ANAK SURIAH KEHILANGAN ORANG TUANYA?

DI MANAKAH KEPEDULIAN KAUM MUSLIMIN DI SAAT PARA WANITA SURIAH KEHILANGAN SUAMI MEREKA?

DI MANAKAH KEPEDULIAN KAUM MUSLIMIN DI SAAT DESINGAN PELURU MENJADI KEHIDUPAN SAUDARA-SAUDARA KITA DI SURIAH?

DI MANAKAH KEPEDULIAN KAUM MUSLIMIN DI SAAT PARA WANITA SURIAH DINODAI KEHORMATANNYA?

Ya Allah… tolonglah saudara-saudara kami di Suriah dari kejahatan kaum Syi’ah Bashar Al-Assad dan sekutunya ….

Bantuan kemanusiaan dari pendengar Radio Rodja

Bantuan kemanusiaan dari pendengar Radio Rodja

13912451_1681823425472625_7081049568682818031_n 13920885_1681823568805944_8503982785948228022_n 13938621_1681823405472627_445936236453950167_n

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY