Dampak Pernikahan Yang Tidak Tercatat

Pernikahan merupakan salah satu kebutuhan hidup yang paling utama dalam kehidupan manusia. Pernikahan juga merupakan suatu hal yang mempunyai dasar-dasar hukum. Jadi pernikahan bukan merupakan sesuatu permainan, karena pernikahan mempunyai kedudukan hukum, baik hukum menurut syariat Islam maupun hukum menurut UU.

Pencatatan pernikahan bertujuan untuk menjadikan peristiwa pernikahan itu menjadi jelas, baik bagi yang bersangkutan, bagi orang lain maupun bagi masyarakat. Suatu surat yang bersifat resmi dibuat dalam suatu daftar sehingga surat itu sewaktu-waktu dapat dipergunakan bilamana hal itu perlu, terutama sehingga sebagai suatu alat bukti yang autentik.

Apabila pernikahan itu tercatat maka hak seseorang akan terlindungi. Pelaksanaan  pernikahan itu ditetapkan menurut hukum Islam maupun menurut undang-undang, untuk menjaga agar tidak terjadi suatu hal yang mengkhawatirkan.

Pernikahan merupakan salah satu aktivitas bagi setiap insan atau mendapatkan keturunan yang sah. Islam mengantarkan pernikahan sebagaimana tersebut karena pernikahan sangat mempunyai pengaruh bagi ummat manusia, tetapi apabila pernikahan itu tidak teratur maka akan mendapatkan dampak negatif, bagi kehidupan kita. Jika pernikahan itu dilakukan di bawah tangan, maka hal ini bisa akan menjadi permasalahan besar bahkan dinyatakan sebagai pernikahan yang tidak mempunyai kekuatan hukum.

Dengan ketetapan tersebut di atas adalah sama seperti yang disyariatkan dalam Islam. Jadi dengan pencatatan peristiwa pernikahan itu dapat menjadi jelas dan bersifat resmi karena perkawinan tersebut telah terdaftar di KUA bagi beragama Islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here