PM Davutoglu mengunjungi Arab Saudi untuk mengkonsolidasikan hubungan kedua negara

845
Surau TV
Başbakan Ahmet Davutoğlu, özel uçak "ANA" ile Suudi Arabistan'ın Cidde kentine geldi. Davutoğlu'nu Cidde Havalimanı'nda, Cidde Vali Yardımcısı Prens Suud bin Calavi, Türkiye'nin Riyad Büyükelçisi Yunus Demirer karşıladı. ( Halil Sağırkaya - Anadolu Ajansı )


Jeddah – Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu memulai kunjungan tiga hari ke Arab Saudi untuk membahas hubungan bilateral dan isu-isu regional, termasuk Suriah, dimana kedua negara telah berkomitmen untuk meningkatkan hubungan timbal balik dan tingkat kerjasama di wilayah tersebut sejak Raja Salman naik takhta.

Memulai perjalanan di Jeddah sebelum melanjutkan ke Mekah, Davutoglu akan berada di Riyadh selama akhir pekan untuk bertemu dengan Raja Salman dan pejabat senior Saudi. Davutoglu disertai dengan Wakil Perdana Menteri Yalçın Akdogan dan Lütfi Elvan, Menteri Ekonomi Mustafa Elitaş, Menteri Dalam Negeri Efkan Ala dan pejabat tinggi lainnya termasuk Kepala Badan Intelijen Nasional (MIT) Hakan Fidan.

Kunjungan termasuk pembicaraan untuk menemukan resolusi di Suriah. Kedua negara memiliki pandangan yang sama dalam kebijakan mengenai krisis Suriah, dan keduanya adalah pendukung oposisi Suriah.

Davutoglu memulai kunjungan pada saat ketegangan hubungan semakin meningkat antara Riyadh dan teheran setelah eksekusi Arab Saudi terhadap pendeta Syiah terkemuka Nimr al-Nimr pada 2 Januari. Demonstran Iran kemudian menyerang kantor diplomat Saudi di Teheran dan Mashad sebagai aksi protes atas eksekusi tersebut. Setelah itu, Arab Saudi mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran. Aksi pemutusan hubungan ini kemudian diikuti oleh negara-negara Teluk.

Mengenai keretakan hubungan ini, Ankara telah menyatakan keprihatinan atas serangan terhadap misi diplomat Saudi, menyebut hal tersebut “tidak bisa diterima.” “Sesuai Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik, bangunan kantor diplomatik dan konsuler memiliki kekebalan total, dan negara-negara yang menerima konvensi ini memiliki tanggung jawab untuk menyediakan keamanan atas kantor diplomat tersebut,” kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan yang dirilis di situsnya.

Pertemuan ini juga diharapkan membahas perkembangan terakhir di Irak dan Yaman dan upaya kontraterorisme akan menjadi agenda dari pertemuan antara Davutoglu dan Salman.

Perdana menteri Turki juga akan berkunjung ke kantor Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Jeddah.

Sejak kematian Raja Abdullah pada 23 Januari 2014, Turki dan Arab Saudi terus menjaga hubungan yang kuat dengan raja Salman. Presiden Recep Tayyip Erdogan mengunjungi  Riyadh pada akhir bulan Desember, sesuatu yang digambarkan oleh para analis politik sebagai upaya untuk memperbaiki hubungan dengan para pemimpin kedua negara dan menunjukkan kesediaan mereka untuk mengesampingkan perbedaan pendapat politik untuk membina hubungan bilateral yang lebih baik.

Daily Sabah | Middle EAST Update

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY