Meluluhkan Hati Yang Beku “Jiwa Muda”

Materi
Jika hati Anda baik maka baiklah seluruh tubuh kita.
Hadist ke -11: Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallaahu `Alaihi Wasallaam bersabda, “Allah telah cukup memberikan udzur kepada seseorang yang ia tunda ajalnya sampai usia 60 tahun.” [HR Bukhari]

Makna:
Dijelaskan al-Imam Nawawi, Imam Munawai, Imam Qurthubi: “Apabila seseorang Allah berikan usia sampai 60 tahun lalu ia meninggal dalam su`ul khatimah (ending yang buruk, maksiat kepada Allah) maka tidak ada kata maaf baginya, tidak ada udzur, apapun alasan yang ia sampaikan tidak akan di dengar oleh Allah”.

Berbeda jika meninggal sebelum itu, misal 30 tahun bisa jadi alasan kita didengar.

Ulama mengatakan ini berkaitan dengan:
Fatir ayat 37
“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, `Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan`. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun”.

Ibn Abbas mengatakan umur dalam ayat di atas adalah 60 tahun.
Karena Allah telah memberikan umur yang cukup, dan juga banyak mengikuti tausiyah dari para ustadz, ilmu telah sampai.

Apa penyebabnya?
#1
Para ulama menjelaskan: “ini ada kaitannya dengan usia 40 tahun, dan usia 40 adalah usia terbaik bagi kematangan cara berpikir anak manusia, prime time, pengalaman sudah ada, pikiran sudah matang , mencapai puncak kebijaksanaan”.
Itulah ulama mengatakan kenapa nabi diutus 40 tahun.
40 tahun adalah waktu termudah dalam menerima hidayah, dalam menerima ilmu, sudah pernah di kecewakan oleh dunia.
Dalam dunia dakwah pun lebih mudah memberikan ilmu kepada orang usia 40 tahun.
Karena agama adalah pelajaran kehidupan dan usia 40 tahun sudah memiliki pengalaman kehidupan yang sangat cukup.
Setelah usia 40 tahun, Allah memberi kesempatan selama 20 tahun untuk mengambil ilmu dan hidayah.
Setelah usia 60 tahun, kita sudah kembali seperti anak kecil, kecerdasan sudah menurun, kebiasaan sudah mengkristal, sudah kembali ke titik nadir akan susah untuk memperoleh hidayah dan ilmu.
Sebelum 60 tahun kita evaluasi diri kita. Karena setelah 60 tahun kita meninggal argumen kita tidak akan diterima Allah.

#2
Para ulama menambahkan, mendekati 60 tahun ketika semua tubuh kita berfungsi, kita merasakan fisik kita semakin lemah, semakin lemah, kita merasakan faktor U benar benar menjadi kenyataan, dan saat orang merasa lemah logikanya dia akan mudah kembali kepada Allah. Karena orang yang merasa zero akan mudah untuk tunduk dan patuh kepada Allah. Saat dia merasa lemah, merasa akan kembali ke titik nadhir dia akan mudah untuk kembali kepada Yang Maha Kuat, Yang Maha Besar.

Dan jika dalam kondisi ini masih tidak kembali kepada Allah? Ini keterlaluan.
HR: “Usia umatku itu 60 -70 tahun dan sangat sedikit yang lebih dari itu”.

Saat usia menjelang 60 tahun itu kematian sudah di depan mata. Kalau kita masih tidak kembali kepada Allah. Ini keterlaluan. Apapun alasan kita tidak akan diterima Allah.
Dan jika kita memiliki orang tua atau siapapun yang kita kenal, dekat dengan kita yang mendekati usia 60 tahun, tugas kita untuk mendakwahkan kepada mereka. Jadikanlah hadits ini menjadi warning kehidupan kita.

Hadits ke-12: Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallaahu `Alaihi Wasallaam bersabda, “Hati orang tua senantiasa muda dan senantiasa menjadi pemuda dalam dua perkara yaitu cinta kepada dunia dan panjang angan angan” [HR Bukhari]

HR Muslim: “Hati orang yang sudah tua, jiwanya masih muda dalam dua hal cinta kehidupan dunia dan harta”.

HR Muslim: “Jiwa seorang yang tua tetap seperti jiwa anak muda dalam dua hal panjang umur dan cinta kepada harta”.

Hadits -13: Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallaahu `Alaihi Wassallaam bersabda, “Anak adam semakin besar, dan bersamaan dengan itu semakin besar pula cinta nya kepada harta dan kehidupan dunia”.

HR: “Semakin tua usia seorang maka semakin muda kecintaan dia pada harta dan ketamakan kepada umur”.

Semakin kita berumur maka semakin muda jiwa kita terhadap dunia, ini adalah wahyu yang disampaikan Rasulullah Shallallaahu `Alaihi Wasallaam.

Ini adalah Fakta
Ketika kita masih kecil 1/2 tahun, kita tidak mengerti soal uang, anak kecil tidak suka harta, semakin usia kita bertambah kita semakin suka dengan dunia, semakin suka dengan harta.
Ini harus benar-benar kita camkan bahwa di setiap diri kita ada kecintaan pada dunia dan harta yang apabila tidak bisa kita sikapi dengan bijak HABIS lah kita.

Pelajaran dari hadits 11-13
#1. Slogan muda foya-foya mati masuk surga itu tidak ada. Slogan kita senang-senang di usia muda, nanti taubat di usia tua itu omong kosong.
Karena semakin usia bertambah makin besar cinta kita kepada dunia.
Dan jika sampai usia 60 tahun, susah berubah, sudah mengkristal akan susah. Seperti ingin mencabut pohon yang usia ratusan tahun. Maka, jika masih tunas, cabutlah.
Ini yang berbicara Rasulullah Shallallaahu `Alaihi Wasallaam yang senantiasa berbicara tanpa hawa nafsu.
Jiwa seorang semakin tua makin cinta pada harta.
Sebelum itu mengkristal, sebelum mendarah daging maka taubat mulai dari sekarang.
Semakin menunda taubat maka semakin susah untuk keluar dari cinta dunia.
Sekarang kata “menikmati saat nanti…tunda nanti” itu adalah tipu daya iblis. Karena semakin tua akan semakin susah. Dan jika sampai usia 60 tahun, TIDAK ADA UDZUR.

al-lail:
“Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar”.

Fase hijrah dan adaptasi itu memang berat. Tapi di awal saja. Kita harus mulai dari sekarang.
HR: “Ketahuilah yang Allah tawarkan itu tidak murah, yang Allah tawarkan itu surga.
Surga itu mahal! Jangan menunggu, Jangan Tunda…Taubat sekarang!
Semakin kita tunda maka akan semakin mengakar. HABIS kita!

#2. Kita harus melakukan tindakan preventif untuk diri kita.
Taubat kepada Allah, keluar dari belenggu dunia. Bukan masalah tidak boleh kaya, para sahabat kaya hanya saja jangan tenggelam pada hegemoni dunia.
Jiwa muda kita ini harus kita hubungkan dengan ilmu agama. Penawar jiwa muda kita adalah ilmu, al-qur`an, hadits Rasulullah Shallallaahu `Alaihi Wasallaam. Maka barang siapa yang ingin keluar dari belenggu dunia maka harus mengaji, menuntut ilmu, mempelajari al-qur`an, mentadaburi al-qur`an .

Yunus ayat 57
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”.

Al qur`an adalah asy-syifa termasuk bagi penyakit hubud dunia.

Pelajari al-qur`an, duduk di majelis ilmu, harus ada waktu! Ini bukan untuk Allah tapi untuk kita agar tidak hancur di dunia dan akhirat. Jangan merasa dibutuhkan oleh Allah, Allah memiliki stok hamba yang banyak sementara kita hanya punya SATU Allah. KITA YANG BUTUH ALLAH. Karena dunia adalah perhiasan yang menipu.
Oleh karena itulah orang orang miskin seperti Abu Hurairah dan sahabat lainnya yang miskin tidak pernah iri karena mereka tau hakikat dunia.

#3. Kita harus memiliki komunitas yang mampu mengingatkan kita. Meredam jiwa muda kita.
HR: “Seseorang itu diatas agama sahabatnya”.

Karena kita pasti akan memperoleh hawa positif dari orang yang agamanya baik.
Seorang yang berteman dengan penjual minyak wangi akan ketularan wanginya.
Itulah kenapa sahabat memiliki kualitas iman yang tinggi karena bersama Rasulullah Shallallaahu `Alaihi Wasallaam.

Seperti firman Allah :
Ali-Imran ayat 101
“Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus”.

Jiwa kita lemah, maka kita butuh orang orang yang zuhud, yang mengingatkan bahwa waktu kita tidak lama, orang yang mengingatkan kita hakikat dunia, orang yang mengingatkan kita kita bisa mati esok, orang-orang yang mengingatkan kita makin banyak harta kita makin panjang hisab kita agar kita tidak tenggelam pada jiwa muda hegemoni dunia kita.

Ali bin Abi Thalib: “Harta dunia itu ada dua. Jika itu haram maka akan menjadi adzab di hari kiamat . Jika harta itu halaal maka akan memperpanjang hisab kita di akhirat”.

Tanya Jawab
T: Apakah hidayah Allah tidak ada bagi orang yang usia 60 tahun?
J: Tidak ada hadits yang menjelaskan. Susah bukan mustahil, bisa saja tapi akan lebih susah. Usia 60 tahun grafik komponen tubuh kita menurun sehingga akan lebih susah menerima hidayah.

T: Orang tua saya 60+, sudah mendakwahkan tapi masih belum mendapat hidayah. Apa yang harus dilakukan, saya sudah maksimal. Kondisi saya dan orang tua LDR?
J: Belum maksimal, mau maksimal maka harus pulang. Ingatlah bahwa barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah mengganti dengan yang lebih baik. Menyambung silaturahim saja memperpanjang pintu rezeki apalagi berbakti kepada orang tua. Birul walidain Yang Paling Indah adalah ketika orang tua mendapat Hidayah tidak akan berbanding dengan berapapun harta dunia.

T: Dalam hadits tentang pertanyaan soal umur dan masa muda ditanyakan berbeda. Kenapa?
J: Ini ditanya berbeda menunjukkan bahwa masa muda kita akan ditanya detik demi detiknya secara detail apa yang kita lakukan. Kapan masa muda? Mulai dari baliqh sampai menginjak 40 tahun. Ini yang benar benar di fokuskan kepada kita. Semua yang kita lakukan akan kita hisab, DI DEPAN semua manusia.

T: Apakah takdir bisa berubah, apakah orang yang menyambung silaturahim bisa memperpanjang usianya.
J: Iya, HR: “Barangsiapa yang ingin rezekinya dilebihkan dan umurnya dipanjangkan maka sambunglah sialturahim”.
Ucapan Umar: “Kita berpindah dari satu takdir ke takdir lain”.

T: Apakah orang yang bisa bertaubat setelah usia 60 tahun itu buah dari amal baik kita di usia muda?
J: Ingat semakin tua kecintaan dunia semakin bertambah maka taubatlah dari usia muda. Amalan kita tidak akan disia-siakan Allah. Bahkan sekecil dzarrah pun akan diganti Allah.

T: Cara terbaik memberikan dakwah kepada orang tua lebih dari > 60 tahun?Karena susah untuk mendakwahkan?
J: Memang susah, dan ini bukti. Susah bukan berarti mustahil, lakukan maksimal mungkin. Jadilah anak yang ortu kita bisa ketergantungan ama kita, menjadi orang yang paling dicari setelah Allah. Korbankan dunia kita untuk orang tua kita. Allah pasti ganti. Jika kita tidak usaha maksimal jangan salahkan jika nanti di akhir hidup orang tua wafat su`ul khatimah. Kita pasti ditanya oleh Allah.

T: Apa bedakah nyunnah dan sunnah itu berbeda. Apakah berdosa?
J: Sunnah adalah kata yang memiliki banyak makna tergantung konteks, sunnah dalam fiqih adalah jika dilakukan pahala jika tidak. Konteksnya hadits maka sunnah sama dengan hadits. Sunnah dalam konteks agama maka sunnah adalah jalan Rasulullah Shallallaahu `Alaihi Wasallaam dan agama Islam itu sendiri, dan mengikuti jalan Rasulullah Shallallaahu `Alaihi Wasallaam ini adalah wajib.
Al-Ahzab ayat 21
Abu Hasan al-Askykari: “Konsepku adalah berpegang teguh pada al-qur`an dan sunnah Rasulullah Shallallaahu `Alaihi Wasallaam.

T: Jika Allah ar-Rahman ar-Rahiim, mengapa Allah menciptakan surga dan neraka?
J: Ketika Allah adalah ar rahman dan rahim dan diwaktu yang sama Allah sangat pedih siksanya dan itu tidak masalah sama sekali. Konsep ini tidak akan ditolak manusia. Reward dan punishment itu pasti ada. Kita yang akan diintrogasi, bukan Allah, maka sibukkan kita untuk beramal daripada menanyakan hal seperti ini.

T: Bolehkah kita berdoa meminta dimatikan sekarang dengan khusnul khatimah saat usia belum 60 tahun?
J: Tidak boleh, karena Rasulullah Shallallaahu `Alaihi Wasallaam melarang kita.
HR: “Jangan meminta kematian”.

T: Apakah hadits ke-13 hanya berlaku untuk usia 60 tahun atau umum saja?
J: Tenggang waktu 30 tahun dan 60 tahun itu beda. Hisabnya pun akan berbeda.

Agama kita agama praktek maka ilmu yang kita dapat amalkan!

_______________________________
Tausiyah dari Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc.
Dari Kitab Zuhud Ust Abdul Hakim
Kamis, 24 Sya`ban 1436 H
Masjid At-Takwa Sriwijaya
_______________________________
Sumber: @oelpha_hasana
Urusan elo urusan gw juga

Sumber : Al-Hikmah Channel

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY