Walikota Padang Pantau Kota dengan Bersepeda bersama Rombongan Surau TV dan Gowes Lapau Sutan

1774
Surau TV


Padang — Sam­bil berolahraga, Walikota Pa­dang H. Mahyeldi Dt Marajo memantau kota dengan me­naiki sepeda. Hal ini dila­kukannya, Sabtu (9/1) ke­marin. Jika dihitung-hitung, walikota dengan sepedanya menempuh jarak sekitar lebih kurang 20 kilometer.

Bersama rombongan ko­mu­nitas Surau TV dan “Go­wes Lapau Sutan”, walikota memulaistart dari rumah dinas di Jalan A. Yani sekitar pukul 06.30 Wib.

Dari sana rombongan terus menuju jalan Sudirman, Ra­suna Said, terus ke Khatib Sulaiman. Rombongan terus bergerak ke Air Tawar dan Simpang Tabing.

Di Simpang Tabing ini, rombongan berbelok ke kanan menuju Lubuk Minturun. Se­sampai di Simpang Dua Lubuk Minturun, rombongan ber­belok ke kiri hingga akhirnya sampai di Kelurahan Banda Gadang, jalan tembus menuju Solok.

Selama di perjalanan di atas sepeda, walikota mengaku banyak hal yang dijumpai sebagai bahan masukan. Di­antara­nya sampah yang ber­serakan di depan rumah ma­sya­rakat. Begitu juga di kon­tainer sampah.

“Saya ingin di depan rumah warga sampah sudah bersih pada pagi hari, jadi petugas bekerja malam. Tadi saya juga sempat temui kendaraan pe­ngangkut sampah yang baru berangkat,” kata Mahyeldi.

Dikatakan Mahyeldi, de­ngan bersepeda banyak nilai positif yang didapat. Selain dapat melihat kondisi kota, biaya pun murah. Keber­sama­an juga terjalin erat.

Walikota mengaku juga sempat berhenti beristirahat saat di tengah perjalanan. Rom­bongan berbelanja dan ber­cerita dengan pedagang.

“Selain sehat, bersepeda juga dapat menggerakkan UM­KM serta dapat berdiskusi de­ng­a­n masyarakat,” paparnya.

Menurut Walikota, ber­sepeda juga dapat mengurangi kemacetan dan menghemat pengeluaran. Selama ini ma­sya­rakat selalu terbiasa hidup boros dengan sepeda motor. “Jarak 500 meter saja pakai motor, padahal bisa dengan sepeda atau jalan kaki. Aki­bat­nya tentu belanja negara ter­hadap BBM menjadi me­ning­kat karena pemborosan yang kita lakukan,” hemat Mahyeldi.

Sementara itu, Happi Diaz yang juga ikut dalam kegiatan bersepeda bersama Walikota ini mengatakan bersepeda dalam rangka mengajak ma­sya­ra­kat untuk lebih mempererat sila­tu­rahmi. Serta mengajak masya­ra­kat agar tetap menjaga ke­bugaran.

Ketua ‘Gowes Lapau Su­tan’, Edi Warman menuturkan peserta sepeda santai itu terdiri dari berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa hingga pen­siunan. “Kegiatan ini cukup menarik dan menyehatkan,” ujarnya. (h/ows)

Setelah penat bersepeda mengitari ruas jalan di Kota Padang, Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo dan rombongan menuju objek wisata Aia Pincuran Tujuh Tingkek di Kelurahan Banda Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (9/1) siang. Di sini Walikota mandi-mandi bersama dan terlihat begitu gembira.

Untuk mencapai objek wisata Aia Pincuran Tujuh Tingkek ini tidaklah mudah. Usai turun dari sepeda, dari jalan tembus menuju Solok ini Walikota menaiki bukit menuju lokasi objek wisata tersebut. Jalur terjal dilalui.

Jarak dari jalan menuju lokasi wisata yang berada di lereng perbukitan diestimasi sekitar dua kilometer. Walikota dan rombongan harus menempuh jalan setapak dengan medan yang curam. Tidak saja melewati jalan tanah, akan tetapi juga melewati bebatuan besar sebagai pijakan.

Wako Mandi-mandi di Aia Pincuran Tujuh Tingkek

Sekitar satu jam perjalanan, Walikota dan rombongan sampai di lokasi. Aia Pincuran Tujuh Tingkek terlihat jernih. Airnya yang begitu sejuk mengundang Walikota untuk merasakannya. Apalagi penat bersepeda dan mendaki membuat tubuh penuh keringat dan cukup panas. Tanpa ragu, Walikota langsung meloncat ke dalam air dan membiarkan dirinya dihantam air terjun yang cukup sejuk.

Walikota Padang mengatakan, Kota Padang memiliki banyak potensi wisata. Untuk objek wisata air terjun, cukup banyak dijumpai di perbukitan mulai dari Koto Tangah hingga Bungus.

“Ini (air terjun) terjadi secara alamiah, hutan yang ada menahan air dan melepaskannya ke sungai, sehingga banyak air terjun. Saya rasa ini menyenangkan, semua rasa lelah hilang di sini,” kata Mahyeldi.

Walikota menyebut, objek wisata Aia Pincuran Tujuh Tingkek ini cukup luar biasa. Nantinya objek ini akan dikembangkan secara optimal. Sehingga nantinya pengunjung yang ingin datang tidak diperbolehkan untuk membawa kendaraan hingga ke lokasi, akan tetapi memarkirkan kendaraan di jalan utama dan tracking (berjalan kaki) menuju objek wisata.

“Di sini bisa dipadukan antara olahraga dengan wisata, nanti yang perlu kita benahi yakni jalur menuju lokasi. Kita akan buat tangga nantinya,” ungkap Walikota dibenarkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Parwisata Kota Padang Medi Iswandi dan Kabag Humas dan Protokol Mursalim.

Terkait pengawasan objek wisata, Pemerintah Kota Padang akan melibatkan masyarakat setempat. Karena Pemko Padang memiliki konsep, apapun yang dilakukan Pemko, masyarakat akan menjadi bagian terintegrasi dengan kegiatan yang dilakukan.

“Selama ini kita selalu melibatkan masyarakat di objek wisata seperti membentuk BPOW dan lainnya. Dengan adanya objek wisata ini masyarakat akan diuntungkan karena mereka yang mengawasi. Makanya kita sinergikan, apapun agenda pemerintahan, masyarakat menjadi bagian yang menikmati,” papar Mahyeldi.

Puas mandi-mandi bersama komunitas ‘Gowes Lapau Sutan’ dan Surau TV, Walikota kemudian keluar dari air. Walikota lantas memungut sampah yang berserakan di lokasi wisata. Ini sebagai bentuk kepedulian dan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan di tempat-tempat wisata.(Charlie / Yurizal)

Foto Dokumentasi :

12513598_1120864727923686_5337527756616531586_o

12525480_1120864831257009_2953968876844021525_o

12471438_1120865341256958_8845323819765561527_o

Sumber : Humas dan Protokol Kota Padang

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY